Jangan Engkau Sedih karena Dunia yang Luput darimu

Jangan Engkau Sedih karena Dunia yang Luput darimu

💺Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata :

“Sungguh seorang hamba benar-benar mementingkan urusan perdagangan atau kepemimpinan hingga perkara itu mudah/hampir diraihnya, lalu Allah melihatnya dari atas tujuh langit dan mengatakan kepada para malaikat, “Palingkan perkara itu darinya. Karena bila Aku memudahkan perkara itu untuknya niscaya Aku masukkan dia ke dalam neraka.” Maka Allah Ta’ala pun menjauhkan urusan dunia itu darinya, sedangkan dia terus menerus merasa sial, “Fulan mendahuluiku. Fulan memperdayaku.” Padahal tidaklah yang luput itu melainkan keutamaan dari Allah ‘Azza wa Jalla kepadanya.”

📚 Syarh Ushul al-I’tiqad lil-Làlakà’i 4/740

t.me/majalahqonitah

Advertisements
Jangan Engkau Sedih karena Dunia yang Luput darimu

MELAKUKAN KEBAIKAN MEMERLUKAN LATIHAN

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

تعودوا الخير، فإنما الخير بالعادة.

“Biasakanlah melakukan kebaikan, kerana sesungguhnya kebaikan itu hanyalah dapat dilakukan dengan kebiasaan.”

Shahih, Mushannaf Abdur Razzaq, no. 4742

Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/882433290082414593

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

MELAKUKAN KEBAIKAN MEMERLUKAN LATIHAN

MENUTUP KEKURANGAN DALAM BERAMAL DENGAN MEMPERBANYAK DZIKIR

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

من بخل بالمال أن ينفقه، وهاب العدو أن يجاهده، والليل أن يكابده، فليكثر: لا إله إلا الله سبحان الله الحمد لله الله أكبر.

“Siapa yang bakhil untuk mengifakkan hartanya, takut berjihad melawan musuh, malas mengarungi malam (shalat tahajjud), maka hendaklah dia memperbanyak mengucapkan: laa ilaha illallah, subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar.”

Shahih, diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak, no. 399

Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/866310080576225282

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

MENUTUP KEKURANGAN DALAM BERAMAL DENGAN MEMPERBANYAK DZIKIR

Di antara Cara Melawan Riya’

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

من صلى والناس يرونه فليصل إذا خلا مثلها، وإلا فإنما هو يستهين بها ربه.

“Siapa yang mengerjakan solat dalam keadaan orang lain melihatnya maka hendaklah dia mengerjakan yang semisalnya ketika dia sendirian, kalau tidak maka sesungguhnya dengan solat itu dia hanyalah menganggap remeh keagungan Rabbnya.”

Shahih, Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, no. 8405

Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhass…/status/806553879735369731

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Di antara Cara Melawan Riya’

Apa Yang Ditanam, Itulah Yang Dituai

Berkata Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu anhu :

فَمَنْ زَرَعَ خَيْرًا يُوشِكُ أَنْ يَحْصُدَ رَغْبَةً ، وَمَنْ زَرَعَ شَرًّا يُوشِكُ أَنْ يَحْصُدَ نَدَامَةً ، وَلِكُلِّ زَارِعٍ مَا زَرَعَ

Barangsiapa yang menanam kebaikan maka ia akan menuai kebahagiaan. Barangsiapa yang menabur kejelekan maka ia akan menuai penyesalan. Setiap orang yang menanam akan menuai hasil apa yang ia tanam.”

Az Zuhud karya Abu Dawud no 130 – الزهد لأبي داود ١٣٠

Continue reading “Apa Yang Ditanam, Itulah Yang Dituai”

Apa Yang Ditanam, Itulah Yang Dituai