MENUTUP KEKURANGAN DALAM BERAMAL DENGAN MEMPERBANYAK DZIKIR

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

من بخل بالمال أن ينفقه، وهاب العدو أن يجاهده، والليل أن يكابده، فليكثر: لا إله إلا الله سبحان الله الحمد لله الله أكبر.

“Siapa yang bakhil untuk mengifakkan hartanya, takut berjihad melawan musuh, malas mengarungi malam (shalat tahajjud), maka hendaklah dia memperbanyak mengucapkan: laa ilaha illallah, subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar.”

Shahih, diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak, no. 399

Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/866310080576225282

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

MENUTUP KEKURANGAN DALAM BERAMAL DENGAN MEMPERBANYAK DZIKIR

Di antara Cara Melawan Riya’

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

من صلى والناس يرونه فليصل إذا خلا مثلها، وإلا فإنما هو يستهين بها ربه.

“Siapa yang mengerjakan solat dalam keadaan orang lain melihatnya maka hendaklah dia mengerjakan yang semisalnya ketika dia sendirian, kalau tidak maka sesungguhnya dengan solat itu dia hanyalah menganggap remeh keagungan Rabbnya.”

Shahih, Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, no. 8405

Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhass…/status/806553879735369731

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Di antara Cara Melawan Riya’

Apa Yang Ditanam, Itulah Yang Dituai

Berkata Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu anhu :

فَمَنْ زَرَعَ خَيْرًا يُوشِكُ أَنْ يَحْصُدَ رَغْبَةً ، وَمَنْ زَرَعَ شَرًّا يُوشِكُ أَنْ يَحْصُدَ نَدَامَةً ، وَلِكُلِّ زَارِعٍ مَا زَرَعَ

Barangsiapa yang menanam kebaikan maka ia akan menuai kebahagiaan. Barangsiapa yang menabur kejelekan maka ia akan menuai penyesalan. Setiap orang yang menanam akan menuai hasil apa yang ia tanam.”

Az Zuhud karya Abu Dawud no 130 – الزهد لأبي داود ١٣٠

Continue reading “Apa Yang Ditanam, Itulah Yang Dituai”

Apa Yang Ditanam, Itulah Yang Dituai

Kunci-Kunci Kebaikan

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

‏ارض بما قسم الله لك تكن أغنى الناس،
أد ما افترض الله عليك تكن أعبد الناس،
اجتنب ما حرم الله عليك تكن من أورع الناس.

“Redhalah dengan pembahagian dari Allah untukmu, nescaya engkau akan menjadi orang yang paling berkecukupan, kerjakan apa yang Allah wajibkan atasmu, nescaya engkau akan menjadi orang yang paling baik ibadahnya, dan jauhilah apa yang Allah haramkan atasmu, nescaya engkau menjadi termasuk orang yang paling wara’.”

Sahih, Az-Zuhd, karya Abu Dawud, no. 139

Continue reading “Kunci-Kunci Kebaikan”

Kunci-Kunci Kebaikan

Akhlak Pembaca Al-Quran

As-Syaikh Ali bin Yahya Al-Haddadi hafizhahullah,

“Berkata Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu,

“Sepatutnya bagi pembaca Al-Quran untuk mengetahui waktu malamnya tatkala manusia tertidur dan waktu siangnya tatkala manusia berbuka (tidak berpuasa, Pent), (bila) menangis manakala manusia tertawa, bersikap wara’ apabila manusia mencampurkan (yang halal dengan yang haram, Pent), menahan diri manakala manusia berdebat dan khusyu’ manakala manusia bersikap sombong.”

Dari Abi Az-Zahiriyyah (dikisahkan) bahwasanya seseorang datang kepada Abu Ad-Darda dengan membawa serta putranya dan berkata: “Wahai Aba Ad-Darda, sesungguhnya anakku ini telah mengumpulkan Al-Quran.”

Maka Abu Ad-Darda berkata: “Ya Allah, berikan ampunan baginya. Sesungguhnya yang mengumpulkan Al-Quran hanyalah orang yang mendengar Al-Quran dan mentaatinya.”

Masail Nafi’ah Hawla Alquran Alkarim, Syaikh Ali bin Yahya Al-Haddadi.

Continue reading “Akhlak Pembaca Al-Quran”

Akhlak Pembaca Al-Quran