BAHAYA MENINGGALKAN SHALAT

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

من لم يصل فلا دين له.

“Siapa yang tidak mengerjakan shalat maka tidak ada agama baginya.”

Shahih, diriwayatkan oleh Ali bin al-Madiny, no. 84

Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/832721060072128512

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Advertisements
BAHAYA MENINGGALKAN SHALAT

DENGAN ALASAN APA ANDA TIDAK BERZIKIR

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Barang siapa yang lisannya kering dari dzikir kepada Allah Ta’ala, maka lisan dia akan basah dengan perkataan batil, tidak ada faedahnya dan perkataan keji.”

(Al Wabil Shayib. Hal: 88)

قال ابن القيم رحمه الله:

فمن يبس لسانه عن ذكر الله تعالى ترطب بكل: باطل. ولغو. وفحش.
الوابل الصيب 88

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

DENGAN ALASAN APA ANDA TIDAK BERZIKIR

TAWADHU DAN KEMULIAAN AL-IMAM AHMAD

Ali bin Abi Fazaarah bercerita:

“Dahulu ibuku menderita lumpuh selama 20 tahun, maka suatu hari beliau berkata, “Pergilah kepada Ahmad bin Hanbal dan mintalah agar beliau mendoakan agar aku sembuh!” Saya pun mendatangi beliau. Ketika saya mengetuk pintu, beliau ternyata ada di gang rumahnya. Beliau bertanya, “Siapa ini?” Saya jawab, “Saya orang yang disuruh oleh ibunya yang lumpuh agar meminta doa kepada Anda.” Maka saya mendengar jawaban beliau seperti perkataan orang yang marah dengan mengatakan, “Kami lebih butuh untuk engkau berdoa kepada Allah untuk kami.” Maka saya pun pergi. Tiba-tiba ada seorang wanita lanjut usia yang muncul seraya berkata, “Ketika engkau meninggalkan beliau, dia akan mendoakan untuk ibumu.” Maka saya pun pulang ke rumah dan mengetuk pintu, ternyata ibu saya yang keluar membukakan pintu karena sudah bisa berjalan.”

(Siyar A’lamin Nubala’, terbitan Mu’asassah Ar-Risalah, 11/211-212)

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

TAWADHU DAN KEMULIAAN AL-IMAM AHMAD

DIANTARA TANDA KEJUJURAN IMAN

Asy-Syaikh Dr. Muhammad Aman al-Jamy rahimahullah berkata:

صدق الإيمان يجعل الإنسان يضيق ويضطرب إذا هفا ليبادر بالتوبة.

“Iman yang jujur menjadikan seseorang merasa dadanya sempit dan goncang ketika dia tergelincir dalam sebuah kesalahan, sehingga dia segera bertaubat.”

Syarh Qurrati Uyunil Muwahhidin, kaset no. 8

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/830987031488651268

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

DIANTARA TANDA KEJUJURAN IMAN

AL-QUR’AN UNTUK DIFAHAMI DAN DIAMALKAN, BUKAN HANYA UNTUK DIHAFAL SAJA

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

المطلوب فهم معاني القرآن والعمل به، فإن لم تكن هذه همة حافظه، لم يكن من أهل العلم والدين.

“Yang dituntut adalah memahami makna-makna al-Qur’an dan juga mengamalkannya, jadi jika hal ini bukan menjadi perhatian terbesar bagi orang yang menghafalnya, maka dia bukan termasuk ahli ilmu dan agama.”

Majmu’ul Fatawa, jilid 23 hlm. 55

Sumber || https://twitter.com/channel_moh/status/830841505015353345

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

AL-QUR’AN UNTUK DIFAHAMI DAN DIAMALKAN, BUKAN HANYA UNTUK DIHAFAL SAJA

KUNCI KEBAHAGIAAN ADALAH BERTAQWA DAN BERSABAR

Allah Ta’ala berfirman:

ﺇِﻧَّﻪُ ﻣَﻦ ﻳَﺘَّﻖِ ﻭَﻳَﺼْﺒِﺮْ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳُﻀِﻴﻊُ ﺃَﺟْﺮَ ﺍﻟْﻤُﺤْﺴِﻨِﻴﻦَ.

“Sungguh siapapun yang bertaqwa dan bersabar maka sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang suka berbuat baik.” (QS. Yusuf: 90)

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

كل خير في الدنيا والآخرة فمن آثار التقوى والصبر، وأن عاقبة أهلهما أحسن العواقب.

“Semua kebaikan di dunia dan akhirat termasuk dari buah ketaqwaan dan kesabaran, dan sungguh kesudahan orang-orang yang berpegang teguh dengan dua hal ini adalah sebaik-baiknya kesudahan.”

Tafsir as-Sa’dy, hlm. 506

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

KUNCI KEBAHAGIAAN ADALAH BERTAQWA DAN BERSABAR