KEUTAMAAN MENJENGUK ORANG YANG SAKIT

KEUTAMAAN MENJENGUK ORANG YANG SAKIT
▫️▫️▫️

Abu Fakhitah Sa’id bin ‘Ilaqoh al-Hasyimi rahimahullah berkata :

🍃 “Suatu hari Ali bin Abi Thalib memegang tanganku seraya mengatakan, ‘Mari kita pergi menjenguk al Hasan (bin Abi Thalib).’

▫️ Ternyata kami mendapati Abu Musa sudah lebih dahulu berada di sisi al-Hasan.

▪️ Maka Ali bertanya kepadanya, “Apakah engkau datang karena menjenguknya atau kebetulan sedang berkunjung?”

Abu Musa menjawab, “Tidak, (aku datang) karena menjenguknya.”

🍃 Maka Ali berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ

🌻 “Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim (yang sedang sakit) pada pagi hari melainkan ada 70.000 malaikat yang akan terus memohonkan ampunan baginya hingga sore hari.

وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

🌼 Dan jika ia menjenguknya di sore hari maka 70.000 malaikat akan terus memohonkan ampunan baginya hingga pagi hari.

وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الجَنَّةِ

💢 Dan sesungguhnya baginya (orang yang menjenguk) sebuah taman/kebun di surga.”
(HR. Tirmidzi no.969, dishahihkan Syaikh Al-Albani rahimahullah)
▫️▫️▫️

https://t.me/anNajiyahBali/14593

http://telegram.me/anNajiyahBali
@warisansalaf
▫️▫️▫️▫️▫️▫️

KEUTAMAAN MENJENGUK ORANG YANG SAKIT

KEUTAMAAN ORANG YANG BERTAKWA

✋🏻📢🌸🌷
KEUTAMAAN ORANG YANG BERTAKWA

💺 Qotadah rahimahullah berkata :

من يتق الله يكن معه، ومن يكن الله معه فمعه الفئه التي لا تغلب، والحارس الذي لا ينام، والهادي الذي لا يضل

“Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan menyertainya (Allah akan senantiasa menolongnya, -pent.).

Apabila Allah bersamanya, akan menyertainya suatu kelompok (malaikat, wallahua’lam, -pent.) yang tidak akan terkalahkan, penjaga yang tidak akan tertidur, dan pemberi petunjuk yang tidak akan menyesatkan.”

📚 Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala hlm. 27

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎

KEUTAMAAN ORANG YANG BERTAKWA

Ketika Anak Sudah Tujuh Tahun

Ketika Anak Sudah Tujuh Tahun

Syaikh Muhammad Aman al Jami rahimahullahu berkata :
“Memerintahkan anak-anak kecil untuk shalat adalah ketika berumur tujuh tahun, dan bukanlah maknanya memerintahkan mereka berarti engkau katakan kepadanya, “Shalatlah!”, lalu sudah, begitu saja.

Akan tetapi yang seharusnya di dalam menerapkan perintah Rasulullah ini adalah memerintahkan anak-anak untuk shalat dengan kita ajari mereka sebelumnya untuk shalat.

Jika tidak, maka engkau akan katakan kepada seorang anak, -yang memang usianya bermain- “Pergilah ke masjid dan shalatlah!”, dalam keadaan engkau tidak mengajarinya berthaharah, juga tidak diajari bagaimana caranya shalat! Janganlah engkau keluar dari penjagaan, engkau bisa lepaskan mereka dari penjagaan, jika engkau telah ajari (awasi) berthaharah, kemudian baru engkau katakan kepadanya, “Shalatlah”, itulah yang semestinya engkau lakukan.

Adapun bentuk peremehan yang ada pada sebagian besar orang yang membawa anaknya yang berumur tujuh tahun atau dibawah tujuh tahun ke masjid, adalah tidak adanya thaharah pada mereka dan tidak adanya pada mereka pengenalan shalat. Maka anak-anak pun berdiri di shaf, sehingga shaf ini pun teranggap putus dengan adanya anak tadi, karena mereka bukan orang yang shalat. Hal ini berdasar sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam,

مَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ، وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ
Artinya,
Barangsiapa yang menyambung shaf, maka Allah akan menyambungnya, dan barangsiapa yang memutus shaf, maka Allah akan memutusnya”
(HR. Abu Daud, Nasaai, Ahmad dan Hakim, Syaikh Al Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Membawa seorang anak yang belum berakal untuk shalat, dan menempatkannya di shaf pertama di belakang imam, dalam keadaan engkau bersamanya, dan manusia hanya berdiam kagum, padahal (hakikatnya) anak itu tidak shalat, dan kadang dia tidak berthaharah, sampaipun pada (kebersihan) badannya, engkau ajak dia berangkat dari depan rumahmu padahal engkau tidak ajari dia berthaharah dan shalat, ini adalah suatu kesalahan!

Yang wajib adalah mengajarinya dahulu di rumah bagaimana bertaharah dan bagaimana tata cara shalat, kemudian barulah engkau ajari di mana posisi dia berdiri, jangan biarkan dia berdiri di shaf pertama, akan tetapi hendaklah dia berdiri di shaf anak-anak.

Namun jika shaf bercampur, maka anak-anak di shaf kedua atau shaf yg terakhir setelah barisan shaf lelaki dewasa. Demikianlah Rasulullah mengajarkan adab ini kepada kita, dan wajib untuk melazimi adab ini.

Jika anak sudah berumur sepuluh tahun dan dia tidak mau shalat, dan telah ada padanya bentuk penentangan, maka pukulah dengan pukulan yang mendidik dan membuat takut, sampai dia mau shalat, tentunya dengan tetap adanya penjagaan terhadapnya.

Dan di umur ini pula, mereka dipisahkan dari tempat tidurnya. Setiap anak tidur dalam keadaan sendiri, demikianlah adab Islam”.

(Syarah Syurutish Shalah-Syaikh Muhammad Aman al Jami, 0hal. 30, cet. Maktabah Darun Nashihah 1432H).
➖➖➖
💐 Wa Sedikit Faidah Saja (SFS)
➖➖➖
💾 Arsip lama terkumpul di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr

#keluarga

Ketika Anak Sudah Tujuh Tahun

KEUTAMAAN MEMBERI MINUM AIR

KEUTAMAAN MEMBERI MINUM AIR
▪︎▪︎▪︎▪︎

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَيْسَ صَدَقَةٌ أَعْظَمَ أَجْرًا مِنْ مَاءٍ

“Tiada shadaqah yang paling besar pahalanya daripada air”.
[HR. Al-Baihaqi]

Ada yang bertanya kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma:

Shadaqah apa yang paling utama? Jawabnya: Air, tidakkah kalian memperhatikan kepada penduduk neraka ketika meminta tolong penduduk syurga

أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ

“Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzkikan Allah kepadamu.”
(QS:Al A’raaf: 50)

Berkata al-Imam al-Qirthubi rahimahullah :
“Dalam ayat ini ada dalil tentang memberi minum air itu termasuk amalan yang utama.”

Berkata sebagian Tabi’in:
“Barang siapa banyak dosanya hendaknya dia memberi minum air.”

📚Tafsir al-Qurthubi

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=45668

📁http://bit.ly/Al-Ul-Ukhuwwah

وروي عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (( ليس صدقة أعظم اجر من ماء )). ( حسن لغيره) رواه البيهقي { صحيح الترغيب والترهيب ج2ص566

وقد سئل ابن عباس: أي الصدقة أفضل؟ فقال: الماء، ألم تروا إلي أهل النار حين إستغاثوا بأهل الجنة

“أن أفيضوا علينا من الماء أومما رزقكم الله”

قال الإمام القرطبي (في هذه الآية دليل على أن سقي الماء من أفضل الأعمال.

وقد قال بعض التابعين: من كثرت ذنوبه فعليه بسقي الماء
💦💦💦💦💦💦
————💎————
🔑 Arsip Fawaid Ilmiyah:
https://telegram.me/fawaidsolo
————💎————

KEUTAMAAN MEMBERI MINUM AIR

LARANGAN QOZA’

📚 http://bit.ly/telegramTIC 📚
——————————————————

❌🌗LARANGAN DARI QOZA’
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

روى البخاري(5921)،
ومسلم (2120)
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( نَهَى عَنْ الْقَزَعِ )
قيل لنافع : ما القزع ؟ : قال : ( أن يحلق بعض رأس الصبي ويترك بعضه ).
انظر الشرح الممتع لابن عثيمين.
📋 Al imam al bukhori dan muslim telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar
رضي الله عنهما
Bahwa Rasulullah
صلى الله عليه و سلم
Telah melarang dari Qoza’.
Ditanyakan kepada Nafi’ apa itu Qoza’?
Beliau menjawab: memotong habiys sebagian rambut kepala anak dan tidak memotong sebagian rambut yg lainya.

سئل الشيخ ابن باز -رحمه الله- في شرحه لكتاب الطهارة من ( الروض المربع شرح زاد المستقنع ) الشريط الثالث:
هل يدخل في القزع تقصير بعض الرأس وترك بعضه؟
الجواب:
“لا ما يصلح؛ إما أن يقصره كله أو يدعه كله. هذا نوع من القزع”
منقول من شبكة السحاب السلفية

📋 telah ditanya Asy Syaikh bin baz rahimahullah:
“Apakah termasuk Qoza’ memendekkan sebagian rambut dan tidak memendekkan sebagian rambut yg lainya?
Beliau menjawab :
Ini tidaklah pantas, hendaklah dia memendekkan rambutnya semua,atau dia biarkan semuanya,ini termasuk jenis Qoza’.

السؤال
أحسن الله إليكم يقول السائل : هل يدخل تخفيف الشعر من جوانب الرأس في القزع ، أم أن القزع يشترط فيه حلق أطراف الشعر كلها ؟ أرجو توضيح المسألة أحسن الله إليكم.
الجواب
لا يجوز التخفيف الشعر من جانب و تركه من جانب آخر هذا نوع من القزع إذا أردت تخفف الشعر كله لا بأس و إذا أردت أن تتركه كله لا بأس أما أنك تخفف بعض وتخلي بعض لا هذا …. بالشعر

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=106650
📋telah ditanyakan kpd Asy syaikh Solih Fauzan hafidhahullah
⚡Apakah termasuk Qoza’ menipiskan rambut pinggiran2 sisi kepala dan tidak menipiskan yg lainya,ataukah disyaratkan dalam Qoza’ adalah harus mencukur habis(الحلق) pinggiran2 kepala seluruhnya?
Beliau menjawab:
Tidak boleh menipiskan sebagian sisi2 kepala dan meninggalkan sebagian sisi2 yg lainya,ini termasuk Qoza’,jika kamu ingin menipiskan semua maka tdk mengapa,jika kamu membiarkan semua maka tdk mengapa,adapun kamu menipiskan sebagian rambut dan membiarkan sebagian yg lain maka jangan,ini…….
اسمع الصوتية ⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇
تفضلوا من زيادة الفوائد في هذه المسألة

*بسم الله الرحمن الرحيم*:

:
♻♻🔊♻♻🔊♻♻🔊♻♻🔊♻♻🔊♻️♻️
AuDiO

*❓TANYA 👉 JAWAB*:

*”BAGAIMANA MASALAH QOZA’ (potongan rambut) ?”*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

🔊”Simak Audionya sampai tuntas”. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

💺Oleh :Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin حفظه الله

🔉 Rekaman Arsip

▶ Berdurasi : 24 : 11

📬 Telegram Hukum-hukum,Tanya jawab Asatidzah
Channel *@LilHuda*

📠 Dikutip dari channel @LilHuda
🚀 Dipublikasikan oleh:
👉🏿 http://bit.ly/telegramTIC
👉🏿 http://bit.ly/websiteTIC

📚 WA Tholibul Ilmi Cikarang
______________________________

LARANGAN QOZA’

TAUBATNYA MALIK BIN DINAR

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

https://t.me/FastabiqulKhairot

🌠Berawal dari mimpi, beliau pun bertaubat 🕋

Suatu ketika, Malik bin Dinar pernah ditanya tentang sebab-sebab dia bertaubat. Maka beliau berkisah :
“Aku adalah seorang polisi, yang kecanduan khamr. Saat aku sedang asyik menikmati khamr,aku membeli seorang budak perempuan dengan harga mahal. Dari hubungan ku dengannya, maka dia melahirkan seorang anak perempuan. Aku pun menyayanginya. Ketika anak tersebut mulai belajar berjalan, maka cintaku bertambah padanya. Setiap kali aku meletakkan minuman keras dihadapanku anak itu datang padaku dan mengambilnya lantas menuangkannya di bajuku, ketika umurnya menginjak usia balita dia meninggal dunia, maka aku pun sangat sedih atas musibah ini.

🌃🌠Ketika malam di pertengahan bulan Syaban tepatnya pada malam Jumaat, aku meneguk khamr lalu tidur dan belum sholat isya’.
💥 Dalam tidur tersebut, aku bermimpi seakan-akan qiyamat itu terjadi.Terompet sangkakala ditiup, orang mati dibangkitkan, seluruh makhluk dikumpulkan dan aku berada bersama mereka, Kemudian aku mendengar sesuatu yang bergerak di belakangku, ketika aku menoleh ke arahnya kulihat ular yang sangat besar berwarna hitam kebiru-biruan membuka mulutnya menuju kearahku, maka aku lari tunggang langgang karena ketakutan, di tengah jalan kutemui seorang kakek-kakek yang berpakaian putih dengan wangi yang semerbak. Lantas ku ucapkan salam atasnya dia pun menjawabnya, maka aku berkata : “Wahai kakek ! Tolong lindungilah aku dari ular ini semoga Allah melindungimu”. Maka kakek itu pun menangis dan berkata padaku : “Aku orang yang lemah dan ular itu lebih kuat dariku dan aku tak mampu mengatasinya. Akan tetapi bergegaslah engkau mudah-mudahan Allah menyelamatkanmu”. Maka aku bergegas lari dan memanjat sebuah tebing Neraka hingga sampai pada ujung tebing itu. Ku lihat kobaran api Neraka yang sangat dahsyat. Hampir saja aku terjatuh kedalamnya karena rasa takutku pada ular itu. Namun pada waktu itu seorang menjerit memanggilku, “Kembalilah engkau, karena engkau bukan penghuni Neraka itu!”. Aku pun tenang mendengarnya, maka turunlah aku dari tebing itu dan pulang. Sedang ular yang mengejarku itu juga kembali. Aku datangi orangtua tadi dan ku katakan, “Wahai kakek, ku mohon padamu agar melindungiku dari ular itu namun engkau tak mampu berbuat apa-apa”. Menangislah orangtua itu seraya berkata, “Aku seorang yang lemah tetapi pergilah ke gunung itu karena di sana terdapat banyak simpanan kaum muslimin, kalau engkau punya barang simpanan di sana maka barang itu akan menolongmu.”

🗻Aku melihat ke gunung yang bulat itu yang terbuat dari perak. Di sana ada setrika yang telah retak dan tirai-tirai yang tergantung yang setiap lubang cahaya mempunyai daun-daun pintu dari emas dan di setiap daun pintu itu mempunyai tirai sutera. Tatkal ku lihat gunung itu, aku langsung lari karena kutemui ular besar itu lagi. Maka tatkala ular itu mendekatiku, para malaikat berteriak : “Angkatlah tirai-tirai itu dan bukalah pintu-pintunya dan mendakilah ke sana!” Mudah-mudahan dia punya barang titipan di sana yang dapat melindunginya dari musuhnya (ular). Ketika tirai-tirai itu diangkat dan pintu-pintu telah dibuka, ada beberapa anak dengan wajah berseri bagaikan rembulan mengawasiku dari atas. Ular itu semakin mendekat padaku maka aku kebingungan, berteriaklah anak-anak itu : “Celakalah kamu sekalian! Cepatlah naik semuanya karena ular besar itu telah mendekatinya”. Maka naiklah mereka dengan serentak, aku lihat anak perempuanku yang telah meninggal ikut mengawasiku bersama mereka. Ketika dia melihatku, dia menangis dan berkata : “Ayahku, demi Allah!” Kemudian dia melompat bak anak panah menuju padaku. Dia ulurkan tangan kirinya pada tangan kananku dan menariknya, kemudian dia ulurkan tangan kanannya ke ular itu, seketika itu juga binatang tersebut lari.🌷Kemudian dia mendudukkanku dan dia duduk di pangkuanku, maka aku pegang tangan kanannya untuk menghelai jenggotku dan berkata : “Duhai ayahku! (sembari membacakan ayat): “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka m

engingat Allah”. (QS. Al-Hadid : 16). Setelah ia selesai membacakan ayat tersebut, aku pun menangis dan berkata : “Duhai anakku! kamu faham tentang Al-Quran”. Lantas ia menjawab : “Wahai ayahku, kami lebih tahu tentang Al-Quran darimu”.
ku tanyakan padanya : “Ceritakanlah padaku tentang ular yang ingin membunuhku”.
Dia pun menjawab : “Itulah pekerjaanmu yang buruk yang selama ini engkau kerjakan, maka itu akan memasukkanmu ke dalam api Neraka”.ku tanyakan lagi : “Ceritakanlah tentang kakek-kakek yang berjalan di jalanku itu”, dia menjawab : “Wahai ayahku, itulah amal soleh yang sedikit hingga tak mampu menolongmu”. aku bertanya lagi : “Wahai anakku, apa yang kalian perbuat di gunung itu?”. Ia menjawab : “Kami adalah anak-anak orang muslimin yang di sini hingga terjadinya kiamat, kami menunggu kalian hingga datang pada kami kemudian kami memberi syafa’at pada kalian”.

🍃Imam Malik mengakhiri kisahnya sembari berkata : “Maka akupun takut dan aku tuangkan seluruh minuman keras itu dan kupecahkan seluruh botol-botol minuman. Kemudian aku bertaubat pada Allah, dan inilah cerita tentang taubatku pada Allah”.

🌱Demikian itu kisah sebab taubatnya imam Malik dari kebiasaan jeleknya. Setelah kejadiaan tersebut, beliau segera berbenah diri, rajin beribadah, dan terus menuntut ilmu. Hingga beliau menjadi seorang ulama’ yang dikenal dengan kefaqihannya.
Subhanallah. . .

Wallohu a’lam bi showab

📚diterjemahkan dari kitab:
at Tawwabin karya Ibnu Qudamah rahimahullah

✏️_alih bahasa : Syabab Daar El Salaf Solo

🌾 KASYAF
@karyasyababdaarussalaf

Berbagi Fawaid Yang Bermanhaj Salaf
🔘WhatsApp Fastabiqul Khairot
💽 Join https://t.me/FastabiqulKhairot

TAUBATNYA MALIK BIN DINAR

SIAPAKAH SEORANG MUSLIM YANG WAJIB DITUTUP AIBNYA?

🚇SIAPAKAH SEORANG MUSLIM YANG WAJIB DITUTUP AIBNYA?

❱ Ibnu Daqiq al Ied -rahimahullah-berkata:

“Ucapan Nabi: Barang siapa yang menutup (aib) seorang muslim …”

— menutupnya adalah menutup kesalahan-kesalahannya.

(•) Yang dimaksud pada hadits tersebut adalah menutup kesalahan orang-orang yang memiliki kehormatan atau yang semisalnya dari kalangan orang yang tidak dikenal sebagai pelaku kerusakan.
(•) Hal ini dilakukan pada maksiat (kesalahan) tersembunyi (tidak dilakukan terang-terangan pent.) yang telah berlalu dan telah terjadi.

(🔥) Adapun jika maksiat itu diketahui dalam keadaan ia melakukannya;

(•) Maka wajib segera mengingkari maksiat tersebut dan mencegah dia dari melakukannya.
(•) Jika dia tidak mampu maka wajib baginya untuk melaporkannya kepada penguasa jika hal itu tidak berdampak kerusakan yang lebih besar.

(🔥) Maka orang yang dikenal melakukan maksiat tidak ditutup-tutupi kesalahanya;

(•) karena menutupinya membuat dia semakin menginginkan melakukan kerusakan, menyakiti orang lain dan melakukan hal-hal yang diharamkan,
(•) serta hal itu akan menjadi jembatan bagi yang lainnya untuk melakukan kerusakan tersebut.
— Namun dianjurkan untuk melaporkanya kepada penguasa jika dia tidak khawatir muncul kerusakan (yang lebih besar).

(🔥) Begitu pula Dalam menjarh para rowi (hadits), saksi dan para pengemban amanat zakat, waqaf dan anak-anak yatim atau semisalnya.

(•) Wajib menjarh mereka ketika dibutuhkan, tidak boleh menutup-nutupi (kesalahan) mereka jika dia melihat dari mereka sesuatu yang mencacati keahlian mereka.
— Hal ini bukanlah termasuk ghibah yang diharamkan akan tetapi nasehat yang wajib.

📚[Dinukil dari Syarh Arba’in hadits no 34, penjelasan Ibnu Daqiq al-Ied]

// •• //

❱ Ibnu Rajab -rahimahullah-berkata:

“Ketahuilah bahwa Manusia ada dua macam;

[ 1 ] Orang yang tertutupi tidak diketahui darinya melakukan dosa (maksiat).
— Jika terjadi darinya kesalahan atau kekeliruan maka tidak boleh dibuka, tidak boleh disingkap, dan tidak boleh membicarakannya karena hal itu adalah ghibah yang diharamkan.

[ 2 ] Orang yang dikenal Melakukan maksiat terang-terangan tidak perduli dengan yang dia lakukan, dan tidak perduli ucapan apapun yang dikatakan kepada dia.
— Orang ini adalah orang Fajir yang terang-terangan (melakukan dosa), Tidak (dianggap sebagai, ed) ghibah menjelaskan kesalahannya sebagaimana hal itu dinyatakan secara tegas oleh al Hasan al Bashri dan yang lainya.
— Orang seperti ini tidak mengapa dicari (diteliti) tentang perbuatanya agar ditegakkan ‘Had’ (hukuman) kepadanya.

📚[Dinukil dari kitab jami’ul ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab, jilid 2 hal. (292-293) cet. Muassasah ar-Risalah Nasyirun secara ringkas.)

✍️Abul Abbas Sholeh bin Zainal Abidin (Ma’had Ibnul Qayyim Rawajaya, Bantarsari Cilacap), 2 Rabi’us tsani 1439H

Url: http://bit.ly/Fw410401
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / http://www.alfawaaid.net

// Sumber: @Riyadhus_Salafiyyin // Dari: Group WA Ibnul Qoyyim Rawajaya ( Mahad-IbnulQoyyim•Com )

SIAPAKAH SEORANG MUSLIM YANG WAJIB DITUTUP AIBNYA?