JANGAN TERTIPU SEMATA-MATA KARENA BANYAKNYA ORANG YANG MENGAMBIL ILMU DARIMU, DAN JANGAN SEDIH KARENA SEDIKIT!

Al-Imam Abdurrahman bin ’Amr al-Auza’iy rahimahullah berkata:

‏مات عطاء بن أبي رباح يوم مات، وهو أرضى أهلِ الأرض عند الناس، وما كان يشهدُ مجلسه إلا تسعة أو ثمانية.

“Ketika Atha’ bin Abi Rabbah meninggal, beliau adalah orang yang paling diridhai oleh manusia di muka bumi, padahal tidak ada yang menghadiri majelisnya kecuali sembilan atau delapan orang saja.”

Siyarul A’lamin Nubala’, jilid 5 hlm. 84

Sumber || https://twitter.com/fatmabadr2011/status/874561880165109761

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

JANGAN TERTIPU SEMATA-MATA KARENA BANYAKNYA ORANG YANG MENGAMBIL ILMU DARIMU, DAN JANGAN SEDIH KARENA SEDIKIT!

JANGAN BERTEMAN KECUALI DENGAN ORANG YANG BAIK!!

Malik bin Dinar rahimahullah berkata:

كل جليس لا تستفيد منه خيرًا فاجتنبه.

“Semua teman duduk yang engkau tidak bisa mengambil faedah berupa kebaikan dirinya, maka jauhilah dia!”

Az-Zuhd, karya Ibnu Abi Ashim, hlm. 86

Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/874454653257338886

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

JANGAN BERTEMAN KECUALI DENGAN ORANG YANG BAIK!!

HANYA KEPADA ALLAH KITA MENGADUKAN FITNAH PARA WANITA YANG MEMBIARKAN WAJAH MEREKA TERLIHAT OLEH SEMUA ORANG

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany rahimahullah berkata:

ولم تزل عادة النساء قديمًا وحديثًا يسترن وجههن عن الأجانب.

“Kebiasaan para wanita dahulu dan sekarang adalah mereka selalu menutupi wajah mereka dari para pria yang bukan mahram.”

Fathul Bary, jilid 9 hlm. 324

Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/874179504230588416

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

HANYA KEPADA ALLAH KITA MENGADUKAN FITNAH PARA WANITA YANG MEMBIARKAN WAJAH MEREKA TERLIHAT OLEH SEMUA ORANG

Wahai Anak Adam Jagalah Agamamu

Al Hasan Al Basri rahimahullah berkata,

“Wahai anak Adam, jaga agamamu! Jaga agamamu! Kerana hanya agama itulah daging dan darahmu. Kalau engkau selamat, maka alangkah tenteramnya dan alangkah nikmatnya. Tetapi jika yang terjadi adalah selain itu, maka kita berlindung kepada Allah, dia itu hanyalah api yang tidak padam, batu yang tidak dingin dan jiwa yang tidak mati.”

Riwayat al Firyabi rahimahullah di Shifatun Nifaq, no.49

Wahai Anak Adam Jagalah Agamamu

KEJUJURAN MEMBIMBING KEPADA KEBAIKAN

Adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallama menekankan umatnya untuk berakhlak jujur melalui sabdanya yang mulia:

“Wajib bagi kalian untuk jujur, kerana kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Sementara kebaikan itu akan membimbing ke syurga. Terus menerus seorang hamba itu berlaku jujur dan membiasakan sifat ini hingga ia tercatat di sisi Allah sebagai seorang yang siddiq (jujur). Hati-hati kalian dari dusta kerana dusta itu akan membimbing kepada kejahatan. Sementara kejahatan itu akan membimbing ke neraka. Terus menerus seorang hamba itu dusta dan membiasakan sifat ini hingga ia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”

(HR. Al-Bukhari no. 6094, Kitab Al-Adab, bab Qaulillahi Ta‘ala: Yaa Ayuhal ladzina Amanu ittaqullaha wa Kunu Ma’ash Shadiqin dan Muslim no. 2607, Kitab Al-Birr wash Shilah, bab Qabhul Kadzib wa Husnush Shidq wa Fadhluhu.)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Nabi sallallahu alaihi wasallama mengabarkan bahwa kejujuran adalah asas yang berkonsekuensi kebaikan, sementara dusta adalah asas yang berkonsekuensi kejahatan. Allah subhaanahu wata’ala berfirman:“Sesungguhnya orang-orang yang baik itu berada dalam kenikmatan sedangkan orang-orang fujjar (jahat) itu berada dalam neraka jahannam.” (Al-Infithar: 13-14)

(Makarimul Akhlaq, Ibnu Taimiyyah, hal. 126)

Baca lanjutnya: http://asysyariah.com/arti-sebuah-kejujuran/

KEJUJURAN MEMBIMBING KEPADA KEBAIKAN

Apa Makna Perkataan Imam Malik Rahimahullah: “Semua orang bisa diterima dan ditolak ucapannya kecuali yang ada di dalam kubur ini (Rosul ﷺ).”

Asy-Syaikh Doktor Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan Hafizhahullah

Pertanyaan :

Penanya bertanya: Syaikh yang mulia, mudah-mudahan Allah memberikan taufiq kepada Anda. Apakah perkataan Imam Malik Rahimahullah : “Semua orang bisa diterima dan ditolak ucapannya kecuali yang ada di dalam kubur ini (Rosul ﷺ)” Apakah hal tersebut dalam masalah fiqhiyyah ijtihadiyyah saja ? dan tidak termasuk masalah aqidah ?

Jawaban :

“Masalah aqidah tidak ada khilaf padanya, bukan tempat untuk diterima dan ditolak, karena ia terjaga dan dibangun di atas tauqifiyyah (berdasarkan nash-nash syari’at-pent).

Akan tetapi hal tersebut terkait masalah fiqih. Siapapun bisa diterima ucapannya apabila sesuai dengan dalil, dan ditolak ucapannya apabila menyelisihi dalil.

Inilah yang dimaksud oleh Imam Malik Rahimahullah, na’am.”

Website Syaikh Hafizhahullah

ما معنى كلام الامام مالك -رحمه الله- : “كل يُؤخذ من كلامه ويُرد إلا صاحب هذا القبر” ؟
الشيخ الدكتور صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان حفظه الله
قول فضيلة الشيخ وفقكم الله : هل كلام الإمام مالك -رحمه الله- : “كل يُؤخذ من كلامه ويُرد إلا صاحب هذا القبر” ، هل هو في المسائل الفقهية الاجتهادية فقط دون المسائل العقدية ؟
الجواب : المسائل العقدية مافيها خلاف ، ماهي مجال للأخذ والرد ، لأنها مسلَّمة مبنية على التوقيف ، وإنما هذا في مسائل الفقه ، كلٌ يُؤخذ من قوله ما وافق الدليل ، ويُرد ما خالف الدليل ، هذا قصد الإمام مالك -رحمه الله- . نعم .
موقع الشيخ حفظه الله

Dengarkan audionya dibawah ini

CHANNEL TELEGRAM :
http://bit.ly/pencarialhaq1

Apa Makna Perkataan Imam Malik Rahimahullah: “Semua orang bisa diterima dan ditolak ucapannya kecuali yang ada di dalam kubur ini (Rosul ﷺ).”