DIANTARA HUKUMAN DOSA YANG TERBESAR

💥⚠️⛔️🔥 DIANTARA HUKUMAN DOSA YANG TERBESAR

✍🏻 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

فإن نسيان القرآن من الذنوب.

“Sesungguhnya lupa terhadap hafalan al-Qur’an termasuk akibat dosa-dosa.”

📚 Majmu’ul Fatawa, jilid 13 hlm. 423

🌍 Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/832149831355359232

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Advertisements
DIANTARA HUKUMAN DOSA YANG TERBESAR

KEJUJURAN MEMBIMBING KEPADA KEBAIKAN

Adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallama menekankan umatnya untuk berakhlak jujur melalui sabdanya yang mulia:

“Wajib bagi kalian untuk jujur, kerana kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Sementara kebaikan itu akan membimbing ke syurga. Terus menerus seorang hamba itu berlaku jujur dan membiasakan sifat ini hingga ia tercatat di sisi Allah sebagai seorang yang siddiq (jujur). Hati-hati kalian dari dusta kerana dusta itu akan membimbing kepada kejahatan. Sementara kejahatan itu akan membimbing ke neraka. Terus menerus seorang hamba itu dusta dan membiasakan sifat ini hingga ia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”

(HR. Al-Bukhari no. 6094, Kitab Al-Adab, bab Qaulillahi Ta‘ala: Yaa Ayuhal ladzina Amanu ittaqullaha wa Kunu Ma’ash Shadiqin dan Muslim no. 2607, Kitab Al-Birr wash Shilah, bab Qabhul Kadzib wa Husnush Shidq wa Fadhluhu.)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Nabi sallallahu alaihi wasallama mengabarkan bahwa kejujuran adalah asas yang berkonsekuensi kebaikan, sementara dusta adalah asas yang berkonsekuensi kejahatan. Allah subhaanahu wata’ala berfirman:“Sesungguhnya orang-orang yang baik itu berada dalam kenikmatan sedangkan orang-orang fujjar (jahat) itu berada dalam neraka jahannam.” (Al-Infithar: 13-14)

(Makarimul Akhlaq, Ibnu Taimiyyah, hal. 126)

Baca lanjutnya: http://asysyariah.com/arti-sebuah-kejujuran/

KEJUJURAN MEMBIMBING KEPADA KEBAIKAN

MENGAPA TAUBAT JUGA DIBUTUHKAN SETELAH MELAKUKAN KETAATAN

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

‏فإن العبد لو اجتهد مهما اجتهد لا يستطيع أن يقوم لله بالحق الذي أوجبه عليه، فما يسعه إلا الاستغفار والتوبة عقيب كل طاعة.

“Sesungguhnya seorang hamba seandainya dia bersungguh-sungguh bagaimanapun kesungguhannya, dia tidak akan mampu menunaikan hak Allah dengan sebenarnya sesuai yang Dia wajibkan atasnya, sehingga tidak ada pilihan lain baginya kecuali istighfar dan taubat setelah melakukan setiap ketaatan.”

Majmu’ul Fatawa, jilid 10 hlm. 580

Sumber: https://twitter.com/ibn__taimiah/status/687120365290713088

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

MENGAPA TAUBAT JUGA DIBUTUHKAN SETELAH MELAKUKAN KETAATAN

AL-QUR’AN UNTUK DIFAHAMI DAN DIAMALKAN, BUKAN HANYA UNTUK DIHAFAL SAJA

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

المطلوب فهم معاني القرآن والعمل به، فإن لم تكن هذه همة حافظه، لم يكن من أهل العلم والدين.

“Yang dituntut adalah memahami makna-makna al-Qur’an dan juga mengamalkannya, jadi jika hal ini bukan menjadi perhatian terbesar bagi orang yang menghafalnya, maka dia bukan termasuk ahli ilmu dan agama.”

Majmu’ul Fatawa, jilid 23 hlm. 55

Sumber || https://twitter.com/channel_moh/status/830841505015353345

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

AL-QUR’AN UNTUK DIFAHAMI DAN DIAMALKAN, BUKAN HANYA UNTUK DIHAFAL SAJA

Gembira dan Sedih Bersama Orang Beriman

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

‏ومَن لم يَسُرُّه ما يَسُرُّ المؤمنِين، ويَسُوؤه ما يَسُوءُ المؤمنين، فليس منهم.

“Siapa yang tidak merasa gembira dengan hal-hal yang membuat kaum mu’minin gembira, dan tidak bersedih atas hal-hal yang membuat kaum mu’minin bersedih, maka dia bukan termasuk mereka.”

Majmu’ul Fatawa, jilid 10 hlm. 128

Sumber || https://twitter.com/aljuned77/status/809657951946493952

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Gembira dan Sedih Bersama Orang Beriman