ORANG YANG SOLATNYA BAIK AKAN MENJAGA AMANAH DAN TIDAK SUKA MEMBICARAKAN AIB ORANG LAIN

Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu berkata:

لا يعجبنَّكم من الرجل طنْطَنته -يعني:صلاته- ولكن من أدَّى الأمانة وكَفَّ عن أعراض الناس فهو الرَّجل.

“Jangan sekali-kali kalian terkagum dengan solat seseorang, tetapi sesiapa yang menunaikan amanah dan menahan diri dari merosakkan kehormatan orang lain, maka dialah lelaki sejati.”

As-Sunan al-Kubra, jilid 6 hlm. 472

Sumber || https://twitter.com/durra_salafiyaa/status/861240477135360000

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Advertisements
ORANG YANG SOLATNYA BAIK AKAN MENJAGA AMANAH DAN TIDAK SUKA MEMBICARAKAN AIB ORANG LAIN

CARA MENYIKAPI KESALAHAN SAUDARAMU

Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu berkata:

إذا رأيتم أخاً لكم زل زلة فسددوه، ووفقوه، وادعوا الله أن يتوب عليه، ولا تكونوا عونا ًللشيطان عليه.

“Jika kalian melihat salah seorang saudara kalian tergelincir, maka luruskanlah, bimbinglah, berdoalah kepada Allah agar memberinya taubat, dan jangan membantu syaitan untuk menghancurkannya!”

Hilyatul Auliya’

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/822399559087206400

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

CARA MENYIKAPI KESALAHAN SAUDARAMU

BERAPA LAMA SEORANG ISTRI MAMPU BERSABAR DITINGGAL SUAMI?

Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu pernah bertanya kepada putrinya, Ummul Mu’minin Hafshah radhiyallahu anha:

كم أكثر ما تصبر المرأة عن زوجها؟

“Berapa lama seorang istri mampu bersabar ditinggal suaminya?”

Hafshah menjawab:

ستة أو أربعة أشهر.

“Enam atau empat bulan.”

Maka Umar berkata:

لا أحبس الجيش أكثر من هذا.

“Aku tidak akan menahan pasukan (di perbatasan atau yang sedang berjihad) lebih dari waktu ini (enam bulan).”

Diriwayatkan oleh al-Baihaqy dalam as-Sunan al-Kubra, no. 1785

Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/820036171464052737

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

BERAPA LAMA SEORANG ISTRI MAMPU BERSABAR DITINGGAL SUAMI?

JANGAN MEMAKSA ANAK UNTUK MENIKAH DENGAN LELAKI YANG TIDAK DIA SUKAI

Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu berkata:

لَا يُكْرِهَنَّ أَحَدٌ ابْنَتَهُ عَلَى الرَّجُلِ الْقَبِيحِ فَإِنَّهُنَّ يُحْبِبْنَ مَا تُحِبُّونَ.

“Janganlah sekali-kali seseorang memaksa anak perempuannya untuk menikah dengan lelaki yang buruk mukanya, kerana sesungguhnya para wanita juga menyukai apa-apa yang kalian sukai.”

An-Nafaqah Alal ‘Iyal, karya Ibnu Abid Dunya

Sumber || https://twitter.com/abu_fraihan/status/809330290539823105

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

JANGAN MEMAKSA ANAK UNTUK MENIKAH DENGAN LELAKI YANG TIDAK DIA SUKAI

Keutamaan Solat Subuh Berjemaah

Suatu hari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu merasa kehilangan (tidak menjumpai) Sulaiman bin Abi Hatsmah pada solat Subuh, lalu Umar pergi ke pasar pagi-pagi, sementara tempat tinggal Sulaiman terletak antara masjid dan pasar, lalu beliau berjumpa dengan ibu Sulaiman yang bernama asy-Syifa’, maka beliau berkata kepadanya; “Saya tidak melihat Sulaiman pada solat Subuh.” Ibunya menjawab, “Dia menghabiskan malam dengan mengerjakan solat, lalu dia pun dikalahkan oleh kedua matanya (ketiduran pada waktu Subuh).”

Maka Umar berkata:

{ لأَنْ أَشْهَدَ صَلاَةَ الصُّبْحِ فِي الْجَمَاعَةِ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَقُومَ لَيْلَةً. }

“Sungguh, aku menghadiri solat Subuh berjama’ah lebih aku sukai dibandingkan aku mengerjakan solat semalam suntuk.”

[Muwaththa’ al-Imam Malik, no. 432, dan Syu’abul Iman, karya al-Baihaqy, no. 2617, riwayat ini shahih]

Saluran telegram asy-Syaikh Arafat bin Hasan al-Muhammady hafizhahullah

Lalu bagaimana dengan seseorang yang tidak mengerjakan shalat Shubuh berjama’ah kerana dunia, atau menonton pertandingan bola orang kafir, atau melakukan hal yang sia-sia lainnya, atau bahkan menghabiskannya untuk maksiat (pent-)?!!

Kunjungi: http://forumsalafy.net/keutamaan-shalat-shubuh-berjamaah/

Continue reading “Keutamaan Solat Subuh Berjemaah”

Keutamaan Solat Subuh Berjemaah

Tiada Alasan Bagi Mereka yang Berbuat Kesesatan yang Dianggap Petunjuk

Imam Al-Barbahari rahimahullah berkata,

“Umar bin Al-Khattab radiyallahu anhu berkata, ‘Allah tidak menerima uzur bagi seorangpun yang berbuat kesesatan yang dia anggap sebagai petunjuk, dan Allah tidak menerima uzur seseorangpun yang meninggalkan petunjuk yang dia anggap sebagai kesesatan, kerana semua perkara telah dijelaskan secara tuntas, dan hujjah telah ditegakkan secara sempurna sehingga tidak ada celah bagi sesiapapun untuk mencari alasan. As-Sunnah dan Al-Jamaah telah meletakkan kerangka agama secara sempurna dan telah tampak jelas kepada seluruh manusia dan manusia hanya tinggal mengikutinya.”

Syarhus-Sunnah Al Barbahari, poin no.4

Tiada Alasan Bagi Mereka yang Berbuat Kesesatan yang Dianggap Petunjuk