MAKSUD AYAT “BERIBADAHLAH KEPADA ALLAH SAMPAI DATANG KEPADAMU AL-YAQIN”

✋🏻🌸🌷📑
MAKSUD AYAT “BERIBADAHLAH KEPADA ALLAH SAMPAI DATANG KEPADAMU AL-YAQIN”

💺Asy-Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

📬 Pertanyaan:

سائل يقول ما المراد بالآية (وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ)؟

Seseorang bertanya, “Apakah yang dimaksud dengan ayat “Beribadahlah kepada Allah sampai datang kepadamu al-yaqin”?”

🔓 Jawaban:

يعني استمر في عبادة ربك حتى يأتيك الموت فعمل المسلم لا ينتهي إلا بالموت

Yakni senantiasa terus dalam beribadah kepada Rabb-mu sampai datang kematian kepadamu. Maka amal seorang muslim tidaklah berhenti kecuali dengan (datangnya) kematian.

ولا يكن له غاية إذا وصلها فإنه ينقطع عن العبادة كما هو عند الصوفية يقولون إذا وصلت الى مرحلة المشاهدة والمعرفة بالله فلا حاجة إلى العمل

Tidak ada suatu tujuan (atau tingkatan tertentu) yang jika telah tercapai akan membuat pelakunya terputus (atau berhenti) dari beribadah (kepada Allah); seperti yang ada di dalam pemahaman sufiyah, di mana orang-orang sufi itu berkata, “Jika engkau telah mencapai marhalah (tingkatan) al-musyahadah dan al-ma’rifah tentang Allah, maka tidak perlu lagi beramal”.

وهذا ضلال والعياذ بالله، المسلم يستمر على عبادة ربه حتى يأتيه الموت.

Maka (pemahaman sufi) yang seperti ini adalah sesat dan kita memohon perlindungan kepada Allah (dari kesesatan ini). Seorang muslim akan senantiasa terus beribadah kepada Rabb-nya sampai datang kematian kepadanya.

📚 Sumber || http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/16807

🌏 Sumber || http://forumsalafy.net/maksud-ayat-beribadahlah-kepada-allah-sampai-datang-kepadamu-al-yaqin/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎
https://t.me/BacalahAlQuran
•┈┈┈••✵🌼✵••┈┈┈•

MAKSUD AYAT “BERIBADAHLAH KEPADA ALLAH SAMPAI DATANG KEPADAMU AL-YAQIN”

TAAT KEPADA PEMIMPIN KAFIR

🔥🌱⛔✊🏻 TAAT KEPADA PEMIMPIN KAFIR

📂 Berkata seorang penanya dari India :

🔖 “Telah berkata Rasulullah -shalallahu ‘alihi wa salam- : ((Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan tidak ada bai’at kepada pemimpinnya, maka ia meninggal dalam keadaan matinya orang jahiliyyah)).”

📪 Penanya berkata : “Aku dari India, bagaimana aku bisa beramal dalam permasalahan bai’at ini?”

🔐 Dijawab oleh asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah:

🔖 “Engkau tidak mempunyai pemimpin yang Muslim (yang bisa diba’iat). Pemerintah di negerimu berasal dari para penganut ajaran Budha (Hindu yang dimaksud Syaikh, pent), dan mereka adalah orang-orang kafir.

🌱 Maka hendaknya engkau mentaati mereka selama hal itu adalah ketaatan kepada Allah.

☝🏻 Selama engkau masih bisa menunaikan syi’ar-syi’ar Allah (di negerimu), maka tidak wajib atasmu untuk hijrah ke negeri muslim.”

📚 Sumber : http://ar.alnahj.net/fatwa/112

📝 Alih Bahasa : Syabab Forum Salafy

🌐 Kunjungi || http://forumsalafy.net/taat-kepada-pemimpin-kafir/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

TAAT KEPADA PEMIMPIN KAFIR

ZAKAT UNTUK KERABAT LEBIH BAIK DARIPADA TETANGGA

🌾🏡 ZAKAT UNTUK KERABAT LEBIH BAIK DARIPADA TETANGGA

Pertanyaan:
Apa yang afdal, memberi zakat untuk kerabat miskin yang nafkahnya bukan menjadi tanggung jawab saya, ataukah saya memberi tetangga yang miskin?

Jawaban Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah

الأقارب أولى، الأقارب المحتاجون أولى بذلك لأنها عليهم صدقة وصلة

Kerabat lebih utama. Kerabat yang miskin lebih diutamakan dalam hal tersebut, karena ini mengandung sedekah dan menyambung silaturahmi.

Audio:

┈┉┅━━━━━━┅┉┈

🚊 MEMINDAHKAN ZAKAT FITRAH KE NEGERI LAIN

Pertanyaan:
Apabila zakat dipindahkan ke negeri lain yang lebih membutuhkan, apakah sah baginya?

Jawaban Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah

”نعم، تجزئ إذا كان هناك بلد أكثر حاجة من البلد الذي فيه المال أو البلد الذي فيه المال ليس فيه فقراء تنقل ولا بأس بذلك إلى مستحقيها“.

Ya. Sah, apabila ada negeri yang lebih membutuhkan daripada negeri harta itu berada. Atau, di negeri harta itu berada, tidak ada orang miskin, kemudian dipindah. Tidak mengapa hal itu diberikan kepada orang yang berhak.

Audio: http://www.alfawzan.af.org.sa/sites/default/files/01_59.mp3

🏡 Majmu’ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja

Sumber
@majalahtashfiyah
▫▫▫▫▫▫️

ZAKAT UNTUK KERABAT LEBIH BAIK DARIPADA TETANGGA

PARA SHAHABAT NABI SEBAGAI TOLAK UKUR

PARA SHAHABAT NABI SEBAGAI TOLAK UKUR
▫️▫️▫️

💺al-Imam al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata :

Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan :

“Setiap perbuatan atau ucapan yang tidak pernah ada dari para sahabat maka perkara tersebut adalah : Bid’ah karena kalau seandainya (perbuatan atau ucapan) itu baik, maka tentu mereka (para sahabat) pasti telah mendahului kita untuk mengamalkannya.

👍 Mereka para sahabat, tidak meninggalkan satupun perbuatan-perbuatan kebaikan, kecuali mereka bersegera untuk mengamalkan kebaikan tersebut.”

Sumber : ” Tafsir Ibni Katsir jilid 2 hal. 278 – 279 ”
📌 قال الحافظ ابن كثير رحمه الله :

” أهل السنة والجماعة يقولون في كل فعل وقول لم يثبت عن الصحابة : هو بدعة ؛ لأنه لو كان خيرا لسبقونا إليه ، لأنهم لم يتركوا خصلة من خصال الخير إلا وقد بادروا إليها ” انتهى

📚 “تفسير ابن كثير” (7 / 278-279)

http://telegram.me/anNajiyahBali
http://www.manhajul-anbiya.net

PARA SHAHABAT NABI SEBAGAI TOLAK UKUR

KEBAIKAN HANYA AKAN DIRAIH DENGAN KESABARAN

🔰|| ﷽ ||🔰
💦 KEBAIKAN HANYA AKAN DIRAIH DENGAN KESABARAN

💺Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan :

ليعلم أن النصر مع الصبر وأن الفرج مع الكرب وأن مع العسر يسرا ‏ولم ينل أحد شيئا من ختم الخير نبي فمن دونه إلا بالصبر

“💦Hendaknya seseorang mengingat bahwa pertolongan akan datang bersama dengan kesabaran, kelapangan akan tiba setelah kesempitan, dan bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan.

☝🏻Tidak ada seorangpun yang akan pernah meraih kehidupan yang baik, apakah dia seorang nabi atau selainnya kecuali dengan kesabaran.”

📚 Majmu’ al-Fatawa, 137/10.

https://t.me/KajianIslamTemanggung

Turut menyebarkan:
✍http://t.me/KEUTAMAANSUNNAH
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

KEBAIKAN HANYA AKAN DIRAIH DENGAN KESABARAN

KEBIASAAN BERKATA YANG BAIK AKAN MENUMBUHKAN AKHLAK DAN PERILAKU YANG BAIK

💐💬
KEBIASAAN BERKATA YANG BAIK AKAN MENUMBUHKAN AKHLAK DAN PERILAKU YANG BAIK
«»«»«»«»«»«»«»«»«»«»«»«»

📓 Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata,

والقول الحسن داع لكل خلق جميل، وعمل صالح، فإن من ملك لسانه، ملك جميع أمره.

🗯 “Perkataan yang baik akan mendorong terwujudnya seluruh akhlak yang baik dan amalan yang shalih, karena barangsiapa yang mampu mengendalikan lisannya, maka ia akan mampu mengendalikan dan mengontrol seluruh urusannya.”

📚 Sumber: Taisirul Karimir Rahman, hal. 460

#akhlak #menjaga_lisan #amal_shalih
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🌷📝 Kajian Islam Al-Husna
Mengajak Anda berbagi untuk sesama dengan menebarkan ilmu agama
📲 Mari bergabung di channel kami http://telegram.me/KajianIslamAlHusna
🌏 Situs resmi http://www.salafykediri.com

KEBIASAAN BERKATA YANG BAIK AKAN MENUMBUHKAN AKHLAK DAN PERILAKU YANG BAIK

Hal-hal yang Harus Dijauhi Orang yang Berpuasa

💐📝Hal-hal yang Harus Dijauhi Orang yang Berpuasa

Seorang yang berpuasa diharuskan menjauhi hal-hal sebagai berikut:
1. Segala macam perbuatan dosa
2. Dusta
3. Ghibah
4. Berkata atau bersikap rofats
5. Berteriak-teriak tanpa keperluan
6. Bermusuhan dalam urusan pribadi dengan orang lain
7. Melakukan hal-hal yang sia-sia

Hal-hal di atas tidak membatalkan puasa, namun mengurangi pahala puasa, bahkan bisa sampai taraf menghapuskan pahala puasa. Dusta dan ghibah sebenarnya sudah masuk dalam perbuatan dosa, namun karena hal itu sering diremehkan dan sering terjadi selama seseorang berpuasa, perlu dituliskan pada poin tersendiri untuk menjadi perhatian khusus.

Terdapat beberapa ucapan dari para Ulama’ Salaf yang menunjukkan bahayanya perbuatan dusta dan ghibah terhadap puasa seseorang.

Diriwayatkan bahwa Mujahid –seorang Tabi’i- menyatakan: Ada 2 hal, yang jika seseorang menjaga (agar tidak terjerumus padanya), maka selamatlah puasanya. (Dua hal itu adalah) ghibah dan dusta (riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf no 8980)

Abul ‘Aliyah –seorang tabi’i- menyatakan: Seorang yang berpuasa berada dalam keadaan beribadah selama ia tidak berghibah (menggunjing orang lain) (riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf no 8982)

Penjelasan tentang dusta dan ghibah akan disebutkan dalam bab tersendiri dalam buku ini, insyaAllah. Sebagai panduan bagi kita semua agar mengetahui hakikatnya dan meninggalkannya.

Sungguh merugi seorang yang berpuasa dan hanya mendapatkan lapar dan haus saja.

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ قِيَامِهِ السَّهَرُ

Betapa banyak orang berpuasa yang mendapat bagian dari puasanya hanya lapar dan haus. Betapa banyak orang yang qiyaamul lail yang mendapatkan bagian darinya hanyalah berjaga (tidak tidur)(H.R anNasaai, Ibnu Majah, Ahmad, lafadz sesuai riwayat Ahmad, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, al-Hakim, dan al-Albany)

Sedangkan poin 4-6 di atas disebutkan dalam hadits Nabi yang terkait khusus dengan puasa.

وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Jika kalian berpuasa janganlah berbuat/berkata rofats jangan berteriak. Dan jika ada seseorang yang memusuhi dia, hendaknya dia mengatakan: Sesungguhnya aku berpuasa (H.R alBukhari no 1771)

Rofats adalah kata-kata atau ungkapan yang berkonotasi tentang hubungan suami-istri. Seorang Ulama mendefinisikan rofats sebagai: segala sesuatu yang diinginkan oleh seorang pria terhadap wanita. Seseorang tidak boleh berbincang-bincang dengan rekannya dengan pembicaraan yang menjurus pada hal itu. Atau, memperagakan hal-hal tertentu yang terkait dengan hal tersebut. Itu bisa mengurangi pahala puasanya.

Berpuasa tidaklah sekedar menahan diri dari makan-minum serta pembatal puasa lainnya, namun juga harus menahan diri dari segala hal yang tidak diridhai Allah.

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan perbuatannya, serta perilaku kebodohan, maka Allah tidaklah butuh dengan sikapnya menjauhi makan dan minumnya (dalam puasa)(H.R alBukhari 5597)

Sahabat Nabi Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma berkata:

إذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُك وَبَصَرُك وَلِسَانُك عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَأْثَمِ ، وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ ، وَلْيَكُنْ عَلَيْك وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ ، وَلاَ تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَيَوْمَ صِيَامِكَ سَوَاءً

Jika engkau berpuasa, maka puasakanlah pendengaran, penglihatan, dan lidahmu dari dusta dan dosa. Janganlah menyakiti budak. Hendaknya engkau bersikap tenang dan santun pada saat berpuasa. Jangan jadikan keadaanmu sama saja antara pada saat berpuasa dengan tidak (riwayat Ibnu Abi Syaibah no 8973)

Janganlah seseorang yang berpuasa melakukan hal-hal yang sia-sia. Seseorang hendaknya menjaga dirinya untuk tidak melakukan hal-hal yang sia-sia, tidak bermanfaat bagi kehidupan dunia ataupun akhiratnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْه

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak penting (berguna) baginya (H.R atTirmidzi)

(dikutip dari buku “Ramadhan Bertabur Berkah”, Abu Utsman Kharisman, penerbit Pena Hikmah Yogya)

💡💡📝📝💡💡
WA al I’tishom

Hal-hal yang Harus Dijauhi Orang yang Berpuasa