TIDAK ADA SHALAT RAGHA’IB, TIDAK ADA SHALAT TERTENTU, TIDAK ADA PUASA TERTENTU PADA BULAN RAJAB!!!

⛔💥❌ TIDAK ADA SHALAT RAGHA’IB, TIDAK ADA SHALAT TERTENTU, TIDAK ADA PUASA TERTENTU PADA BULAN RAJAB!!!

———–
🔲 ‏قال الحافظ ابن حجر العسقلاني الشافعي:
لم يرد في فضل شهر رجب ولا في صيامه ولا في صيام شيء منه معين،ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه،حديث صحيح يصلح للحجة. اهـ

☀🌅 IBNU HAJAR AL-‘ASQALANI ASY-SYAFI’I:
” Tidak ada satu HADITS SHAHIH PUN yang bisa dijadikan hujjah (argumen/dasar hukum) tentang keutamaan bulan Rajab , tidak pula keutamaan berpuasa padanya, dan tidak pula keutamaan puasa di hari-hari tertentu padanya, dan tidak pula shalat malam secara khusus padanya.”

📚 Tabyiin al-‘Ajab, hal. 18

📘 unduh kitab “TABYIINU AL-‘AJAB bi maa Warada fi Fadhli Rajab” | PDF
📥 http://goo.gl/LzHbGJ

……………………………

🔲 ‏قال ابن رجب:
لم يصح في شهر رجب صلاة مخصوصة تختص به، والأحاديث المروية في فضل صلاة الرغائب أول ليلةجمعة من شهر رجب كذب، وهذه الصلاة بدعة عند جمهورالعلماء. اھ

Ⓜ Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah juga berkata,

“Tidak shahih tentang suatu shalat tertentu di bulan Rajab yang khusus di bulan tersebut. Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang keutamaan shalat Ragha’ib pada malam Jum’at pertama dari bulan Rajab adalah DUSTA, dan SHALAT INI BID’AH menurut mayoritas (jumhur) ulama’.”
📚 Latha’if al-Ma’arif, hal. 118

………………………………

⛵ ‏قال الحافظ ابن رجب الحنبلي البغدادي:
وأما الصيام فلم يصح في فضل صوم رجب بخصوصه شيء عن النبي صلى الله عليه وسلم ولا عن أصحابه. اهـ

Ibnu Rajab Al-Hanbali Al-Baghdadi rahimahullah mengatakan,

“Adapun puasa, maka TIDAK SAH SATU HADITS PUN dari Nabi shallallahu alaihi was sallam, tidak pula dari ucapan shahabat-Nya tentang keutamaan puasa di bulan Rajab secara khusus.”
📚 Latha’if al-Ma’arif, hal. 118

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu’ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~

Advertisements
TIDAK ADA SHALAT RAGHA’IB, TIDAK ADA SHALAT TERTENTU, TIDAK ADA PUASA TERTENTU PADA BULAN RAJAB!!!

Tahdzir (Peringatan) dari AMALAN-AMALAN YANG TIDAK ADA TUNTUNANNYA pada BULAN RAJAB

🔥 ⛔❗Tahdzir (Peringatan) dari AMALAN-AMALAN YANG TIDAK ADA TUNTUNANNYA pada BULAN RAJAB

🚪🔎 Bulan Rajab sudah di ambang pintu. Banyak tersebar hadits-hadits tentang keutamaan puasa pada bulan Rajab. Maka semua hadits-hadits tersebut adalah hadits-hadits yang lemah atau palsu, dan tidak ada asalnya dalam sunnah.

1⃣ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, sebagaimana dalam Majmu’ al-Fatawa  (XXV/290):

“Adapun puasa Rajab secara khusus, maka semua hadits-haditsnya adalah LEMAH, bahkan PALSU. Para ‘ulama tidak menjadikan satu pun dari hadits-hadits tersebut sebagai landasan. Hadits-hadits tersebut bukanlah termasuk hadits-hadits lemah yang diriwayatkan dalam fadha-il amal. Namun mayoritasnya adalah palsu yang didustakan (atas nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen).”

2⃣ Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

” Semua hadits yang menyebutkan puasa pada bulan Rajab dan (keutamaan) shalat pada beberapa malam pada bulan tersebut, maka itu adalah dusta yang dibuat-buat.”
📚(al-Manar al-Munif hal.97)

3⃣ Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

” Tidak ada dalil tentang keutamaan bulan Rajab, keutamaan berpuasa pada bulan tersebut, atau pada satu hari tertentu dari bulan tersebut. Demikian pula tentang keutamaan menghidupkan satu malam secara khusus pada bulan tersebut, tidak ada satu hadits shahih pun tentang masalah ini yang bisa dijadikan sebagai landasan.”
📚 (Tabyinu al-‘Ajab hal. 11)

4⃣ Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah ditanya,

📜 “Banyak pertanyaan tentang bulan Rajab dan berpuasa pada bulan tersebut, apakah bulan Rajab memiliki kekhususan tertentu?

🔅 Beliau menjawab,
“Mengkhususkan bulan Rajab dengan ibadah puasa tathawwu merupakan sesuatu yang TERCELA. Karena itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, yang dulu mereka mengagungkan bulan Rajab.
👉💥 Para ‘ulama mencela perbuatan menyendirikan/mengkhususkan puasa tathawwu’ pada bulan Rajab.

Adapun apabila seseorang berpuasa pada bulan tersebut karena membayar hutang puasa Ramadhan, atau karena puasa kaffarah, maka yang demikian tidak mengapa. Atau berpuasa Senin – Kamis, atau puasa tiga hari pada ayyamul bidh, ini semua tidak mengapa (dilakukan) sebagaimana pada bulan-bulan lainnya. Walhamdulillah.”

http://www.binbaz.org.sa/mat/13706

5⃣ Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ditanya tentang berpuasa pada hari ke-27 pada bulan Rajab dan menghidupkan malamnya?

➿ Maka beliau menjawab :

“Berpuasa pada hari ke-27 bulan Rajab dan menghidupkan malam harinya, serta mengkhususkannya adalah BID’AH. Dan setiap bid’ah itu adalah sesat.”

📚 (Majmu’ Fatawa Ibnu ‘Utsaimin XX/440)

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu’ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~

Tahdzir (Peringatan) dari AMALAN-AMALAN YANG TIDAK ADA TUNTUNANNYA pada BULAN RAJAB

DI ANTARA DZIKIR YANG PENDEK BACAANNYA, NAMUN SANGAT BESAR KEUTAMAANNYA

🔎💐🌷🍀🌾
DI ANTARA DZIKIR YANG PENDEK BACAANNYA, NAMUN SANGAT BESAR KEUTAMAANNYA

📕Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ

🌄”Barangsiapa di waktu pagi dan petang mengucapkan

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

(SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI)
sebanyak seratus kali

📮 maka pada hari kiamat nanti tidak ada seorang pun yang datang dengan amalan yang lebih utama daripada bacaan dzikir tersebut,

📎 kecuali amalan seorang yang mengucapkan seperti dzikir yang dia ucapkan itu atau menambah bacaan dzikir yang lebih dari itu.”
📚 Sumber : Shahih Muslim, no. 2692
Semoga Allah ta’ala mudahkan untuk mengamalkannya.
〰〰➖📃➖〰
🌷📝 Kajian Islam Al-Husna
Mengajak Anda berbagi untuk sesama dengan menebarkan ilmu agama
📲 Mari bergabung di channel kami http://telegram.me/KajianIslamAlHusna
🌏 Situs Resmi http://www.salafykediri.com

DI ANTARA DZIKIR YANG PENDEK BACAANNYA, NAMUN SANGAT BESAR KEUTAMAANNYA

KEUTAMAAN YANG LAIN DARI DZIKIR “SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI”

🌷💐🌿🍄
KEUTAMAAN YANG LAIN DARI DZIKIR “SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI”
➖➖➖➖➖➖

📒Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barangsiapa yang mengucapkan :

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

dalam sehari sebanyak seratus kali

maka dosa dan kesalahannya akan dihapus, walaupun banyaknya seperti buih di lautan.”
(Muttafaqun ‘Alaihi)

➡ Para ulama memberikan batasan, bahwa dosa yang diampuni di sini adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar, maka itu tidak akan terhapus kecuali dengan taubat.

➡ An-Nawawi rahimahullah menyatakan, bila tidak memiliki dosa kecil, maka diharapkan bisa meringankan dosa-dosa besar.

📚 Sumber: Subulus Salam, (4/216). Taudhihul Ahkam, (7/535)
〰〰➖📃➖〰
🌷📝 Kajian Islam Al-Husna
Mengajak Anda berbagi untuk sesama dengan menebarkan ilmu agama
📲 Mari bergabung di channel kami http://telegram.me/KajianIslamAlHusna
🌏 Situs Resmi http://www.salafykediri.com

KEUTAMAAN YANG LAIN DARI DZIKIR “SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI”

JANJI SURGA BAGI YANG SERIUS MENJAGA SHALAT SHUBUH DAN ASHAR

🌷🌷 💐💐
JANJI SURGA BAGI YANG SERIUS MENJAGA SHALAT SHUBUH DAN ASHAR
➖➖➖➖➖➖

📃 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ.

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat al-Bardain, maka ia masuk al-Jannah.”
(Mutttafaqun Alaihi)

💺Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menerangkan,

📝 Shalat al-Bardain (dua dingin) adalah shalat Fajar (Shubuh) dan shalat Ashar. Dinamakan demikian karena shalat Fajar dilakukan saat cuaca paling dingin di malam harinya (malam yang paling dingin adalah di waktu Shubuh), sedangkan shalat Ashar dilakukan pada saat cuaca paling dingin di siang harinya (siang hari yang paling dingin adalah di waktu Ashar) setelah tergelincir matahari.

📝 Barangsiapa yang mengerjakan dua shalat tersebut, maka ia akan masuk al-Jannah. Maksudnya adalah barangsiapa yang bersungguh-sungguh menjaga dan menegakkan shalat Shubuh dan Ashar, maka ini merupakan salah satu sebab seseorang masuk al-Jannah.

💺Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan,

📝 Barangsiapa yang menegakkan shalat Shubuh dan Ashar sesuai dengan ketentuannya, yaitu dengan mengerjakannya pada waktunya.

📝 Apabila seseorang termasuk yang dikenai kewajiban shalat berjamaah, seperti laki-laki, maka harus dilakukan dengan berjamaah. Hal ini karena shalat berjamaah itu wajib, tidak halal bagi seorang laki-laki pun untuk meninggalkan shalat berjamaah di masjid padahal dia mampu melakukannya.

📗Sumber :
Syarh Riyadhush Shalihin, (1/151)
〰〰➖➖📃➖
🌷📝 Kajian Islam Al-Husna
Mengajak Anda berbagi untuk sesama dengan menebarkan ilmu agama
📲 Mari bergabung di channel kami http://telegram.me/KajianIslamAlHusna
🌏 Situs Resmi http://www.salafykediri.com

JANJI SURGA BAGI YANG SERIUS MENJAGA SHALAT SHUBUH DAN ASHAR

DUA KALIMAT YANG RINGAN DIUCAPKAN, NAMUN BOBOTNYA BERAT DI TIMBANGAN AMALAN

🍀🌸🌷💐
DUA KALIMAT YANG RINGAN DIUCAPKAN, NAMUN BOBOTNYA BERAT DI TIMBANGAN AMALAN
➖➖➖➖➖➖
📕 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Ada dua kalimat yang ringan diucapkan di lisan, namun berat di mizan (timbangan amalan), serta dicintai oleh Ar-Rahman, yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ

(HR. al-Bukhari no. 6406, dan Muslim no. 2694)

💺Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan,

💬 “Sudah semestinya bagi seseorang untuk memperbanyak mengucapkan dua kalimat ini.”

📚 Sumber :
Syarh Riyadhush Shalihin, (1/1616)
〰〰➖📃➖〰
🌷📝 Kajian Islam Al-Husna
Mengajak Anda berbagi untuk sesama dengan menebarkan ilmu agama
📲 Mari bergabung di channel kami http://telegram.me/KajianIslamAlHusna
🌏 Situs Resmi http://www.salafykediri.com

DUA KALIMAT YANG RINGAN DIUCAPKAN, NAMUN BOBOTNYA BERAT DI TIMBANGAN AMALAN