PERKARA BERBAHAYA YANG TERKADANG DILAKUKAN SEORANG SUAMI TERHADAP ISTERINYA

๐Ÿ”ฅโŒโœ‹๐Ÿ’ฅ
PERKARA BERBAHAYA YANG TERKADANG DILAKUKAN SEORANG SUAMI TERHADAP ISTERINYA

๐Ÿ“ข Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alus Syaikh hafizhahullah {Mufti Kerajaan Arab Saudi}

๐Ÿ“ฌ Pertanyaan: Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan, salah seorang ikhwah dari Aljazair menanyakan apa makna: โ€œTiga perkara yang seriusnya dianggap serius dan bercanda pun tetap dianggap seriusโ€ dan apa makna: โ€œTidak sah thalaq ketika marahโ€ dan apakah wajib berniat ketika menjatuhkan thalaq?

๐Ÿ”“ Jawaban: Makna sabda Rasulullah shallallahu alaihi was sallam:

ุซูŽู„ูŽุงุซูŒ ุฌูุฏู‘ูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฌูุฏู‘ูŒ ูˆูŽู‡ูŽุฒู’ู„ูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฌูุฏู‘ูŒ: ุงู„ู†ู‘ููƒูŽุงุญูุŒ ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽู„ูŽุงู‚ูุŒ ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุฌู’ุนูŽุฉู.

โ–ช โ€œTiga perkara yang seriusnya dianggap serius dan bercanda pun tetap dianggap serius, yaitu; nikah, thalaq, dan rujuk.โ€
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzy serta yang lainnya. Al-Albany rahimahullah berkata dalam Irwaโ€™ul Ghalil no. 1826: โ€œHasan.โ€ โ€“pent)

๐Ÿ“‚ Maknanya: jika engkau mengatakan kepada istrimu: โ€œEngkau saya cerai.โ€ Walaupun engkau mengatakan: โ€œSaya hanya bercanda dengannya, ngobrol dan tertawa bersamanya, dan saya katakan kepadanya: โ€œSaya mencintaimu dan engkau adalah wanita yang paling saya cintai, tapi engkau saya cerai.โ€ Maka telah jatuh cerai. Walaupun dia beralasan: โ€œSaya tertawa dan bercanda, karena berlebihan dalam bercanda, terlalu mencintai, saking dekat dan sayangnya, saya keceplosan mengatakan: โ€œSaya mencintaimu dan engkau adalah wanita yang paling saya cintai, tapi engkau saya cerai.โ€ Kita katakan bahwa cerai telah jatuh terhadapnya. Kalau dia menyanggah maka kita katakan bahwa ini adalah perkara yang tidak boleh dijadikan main-main dan bercanda, dan Allah berfirman:

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุชู‘ูŽุฎูุฐููˆู’ุง ุขูŠูŽุงุชู ุงู„ู„ู‡ู ู‡ูุฒููˆู‹ุง ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆู’ุง ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ูˆูŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ุจูู‡ู ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุจููƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ุนูŽู„ููŠู’ู…ูŒ.

โ–ชโ€œDan janganlah kalian jadikan ayat-ayat Allah sebagai permainan, dan ingatlah nikmat Allah kepada kalian dan apa yang telah Dia turunkan kepada kalian berupa Al-Kitab dan Al-Hikmah (As-Sunnah). Allah memberi pengajaran kepada kalian dengan apa yang Dia turunkan itu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwasanya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.โ€
(QS. Al-Baqarah: 231)

๐Ÿ’กSeandainya engkau mengatakan kepada seseorang: โ€œSaya nikahkan engkau dengan anak perempuanku, dia mau untuk menikah.โ€ Lalu dia menjawab: โ€œSaya terima.โ€ Kemudian engkau mengatakan: โ€œSaya hanya bercanda, engkau tidak sekufu (tidak selevel) dengan anak perempuanku, ketika saya mengatakan bahwa dia mau menikah saya berdusta, dan engkau tidak sekufu dengan anak perempuanku.โ€ Atau laki-laki tersebut yang mengatakan: โ€œKetika saya mengatakan menerima maka itu hanya basa-basi, saya sebenarnya tidak suka kepadanya.โ€ Maka kita katakan bahwa pernikahan ini telah terjadi dengan sah, tidak ada yang membebaskannya kecuali dengan menjatuhkan thalaq.

โœ”Seandainya dia mengatakan istrinya yang telah dia thalaq sekali: โ€œAku merujukmu.โ€ Kemudian dia mengatakan: โ€œAku mengatakannya karena malu dan basa-basi.โ€ Maka kita katakan bahwa telah terjadi rujuk.

๐Ÿ‘‹ Adapun niat pada thalaq yang jelas tidaklah disyaratkan. Ketika seseorang mengatakan kepada istrinya: โ€œEngkau kucerai.โ€ Maka yang semacam ini tidak disyaratkan adanya niat. Adapun jika ungkapannya berupa kinayah (kiyasan) dan mengandung kemungkinan makna thalaq dan juga makna yang lain, maka harus disertai dengan niat untuk menjatuhkan thalaq. Kalau misalnya seseorang mengatakan kepada istrinya: โ€œKeluarlah, engkau bukan istriku!โ€ Maka kita tanyakan kepadanya: โ€œApakah engkau meniatkan untuk menjatuhkan thalaq dengan ucapanmu ini ataukah tidak?โ€ Kalau dia berniat untuk menjatuhkah thalaq maka jatuh thalaq walaupun dengan kinayah, tetapi kalau dia tidak berniat untuk menjatuhkan thalaq maka lafazh semacam ini tidak termasuk lafazh thalaq yang jelas.

๐Ÿ“š http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=54123

โšช WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net/?p=7549
โฉ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy
โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–

PERKARA BERBAHAYA YANG TERKADANG DILAKUKAN SEORANG SUAMI TERHADAP ISTERINYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s