BAHAYA TIDAK MENYANDARKAN KENIKMATAN KEPADA ALLAH SEMATA

بسم الله الرحمن الرحيم

📄☕ BAHAYA TIDAK MENYANDARKAN KENIKMATAN KEPADA ALLAH SEMATA

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

الإنسان إذا أضاف النعمة إلى عمله وكسبه ففيه نوع من الإشراك بالربوبية وإذا أضافها إلى الله لكنه زعم أنه مستحق لذلك وأن ما أعطاه الله ليس محض تفضل لكن لأنه أهل ففيه نوع من التعلي والترفع في جانب العبودية.

“Apabila seseorang menyandarkan kenikmatan kepada amal dan usahanya, maka dia terjatuh kedalam jenis kesyirikan dalam hal rububiyyah. Jika dia sandarkan kepada Allah, tetapi dia menyangka bahwa dirinya berhak mendapatkannya dan pemberian Allah itu bukan murni keutamaan-Nya melainkan karena dia ahlinya, maka dalam hal ini dia terjatuh kedalam salah satu jenis kesombongan dalam hal penghambaannya kepada Allah.”

📖 Sumber:
Al-Qaul al-Mufid, hlm. 521.

📲 Alih Bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له.

🏡 Kanal Telegram:
https://t.me/alfudhail

BAHAYA TIDAK MENYANDARKAN KENIKMATAN KEPADA ALLAH SEMATA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s